Saturday, June 16, 2012

Familiaris Consortio


: Seruan Apostolik Bapa Paus Yohanes Paulus II

"...karena itu, kasih Tuhan yang selalu setia dijadikan teladan bagi hubungan kasih setia yang harus ada antara suami dan istri." (FC 12)

Kasih setia antara suami dan istri - dan juga kasih sesama anggota keluarga - yang saling memberikan diri dengan total dalam Tuhan inilah yang menjadi dasar di dalam suatu keluarga. Suami dan istri sebagai orang tua pertama-tama harus tinggal dalam kasih dan selalu setia satu sama lain, agar keluarganya senantiasa bersatu dan tinggal dalam kesatuan kasih.

"Ekaristi adalah sumber dari perkawinan Kristiani. Kurban Ekaristi menghadirkan kasih perjanjian Kristus dengan Gereja yang dimeteraikan dengan darahNya di kayu salib." (FC 57)

Jadi dengan menghadiri perayaan Ekaristi, dan menyambut Kristus dalam Ekaristi, pasangan suami istri menerima SUMBER yang menjadi asal usul perjanjian perkawinan mereka, yaitu persatuan antara Kristus dengan Gereja. Dan kasih ini jugalah yang mempersatukan mereka sebagai suami istri.

"Tanpa Kasih, sebuah keluarga bukanlah persekutuan, dan tanpa kasih keluarga tidak dapat hidup, tumbuh, dan menyempurnakan diri sebagai sebuah persekutuan." (FC 18)

Kasih adalah dasar persekutuan dan kesatuan keluarga. Maka dengan menimba kekuatan Ekaristi yang adalah SUMBER kasih, maka kita seperti mengisi cawan hati kita dan kita dipenuhi oleh kasih. Maka dengan demikian setiap anggota keluarga dimampukan untuk saling mengasihi dan selalu mengusahakan persatuan kasih dan rela berkorban demi keutuhan keluarga.

"Yesus Kristus merupakan bukti yang paling utama dan luhur akan kasih setia Tuhan yang tanpa syarat terhadap umatNya, dan pasangan suami istri Kristen dipanggil untuk mengambil bagian di dalam kesetiaan tanpa syarat yang tidak dapat diceraikan, yang mengikat Kristus dengan mempelaiNya yaitu gerejaNya yang dikasihinya sampai akhir" (FC 20)

Dengan menyambut Ekaristi, pasangan suami istri  mengambil bagian dalam kasih setia kristus kepada Gereja. Mereka menimba kekuatan dari Kristus untuk selalu setia satu sama lain dan mereka menjadi saksi hidup tentang kasih setia Kristus yang tidak pernah meninggalkan GerejaNya. Dengan mengambil bagian dalam kasih setia Kristus, pasangan suami istri melaksanakan tugas yang paling genting dewasa ini yaitu menjadi saksi bahwa perkawinan yang dikehendaki Allah adalah perkawinan antara suami istri yang saling setia dan tak terceraikan. Kesetiaan suami istri inilah yang memungkinkan keluarga untuk tetap bersatu, walaupun menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Dengan menjaga keutuhan keluarga, keluarga menjadi tanda kesatuan bagi dunia dan dengan cara ini kita melaksanakan peran nubuat terhadap kedamaian kerajaan Allah yang akan digenapi sepenuhnya di masa mendatang (FC 48)

No comments:

Post a Comment