Saturday, November 23, 2013

#Fiksiminimalam#

Ingin sekali rasanya aku masuk ke sebuah lemari dan kutemukan padang rumput hijau yang luas disebalik dindingnya. Dan aku berteman dengan segerombolan binatang dan kami bercakap-cakap. Kami bertukar pengalaman tentang hidup di dunia fauna dan dunia manusia. Dan tiba-tiba aku begitu iri dengan mereka. Betapa mereka begitu tunduk dengan Bunda Alam yang bijak. Bahwa mereka buas menurut kelompokku, itu karena mereka lapar. Dan Bunda Alam mengijinkan mereka untuk berburu, tapi setelah itu selesai urusan. Saat kenyang mereka adalah sekelompok fauna yang hidup berdampingan dengan damai. Tidak ada hasrat mereka untuk menumpuk rejeki, apalagi mengingini rejeki kawanan yang lain. Pertarungan hanya terjadi pada saat keadaan dan kepentingan pokok mendesak untuk dilakukan. Tapi lihat duniaku, pertarungan dan persaingan berlangsung terus menerus. Kami manusia tidak rela jika eksistensi kami dikecilkan atau semakin kecil oleh kebesaran orang lain. Padahal Tuhan menciptakan semua itu unik dan sudah ada porsinya, bahkan seekor semut pun berfungsi untuk kelangsungan hidup Alam Semesta. "Danielle, saya minta kamu tidak ikut campur dalam urusan ini lagi. Biar kami saja yang mengurus." Katanya dengan sangat arogan. Entah ada pretensi apa kalimat itu bisa terlontar. Krisis eksistensi mungkin. #Fiksimini #Fauna #Kantor

No comments:

Post a Comment