Aku adalah paku
Yang bermanfaat bila dipukulkan kepada tembok
Awalnya tubuhku dipegang dengan erat
Pada ujung runcingnya aku diarahkan ke sebuah titik tujuan
Pada pangkalnya aku dipukul: sekali, dua kali, tiga kali?
Tidak! Paku itu dipukul dan dipukul terus hingga menancap dalam
Menghujam tembok kehidupanku
Aku bukan siapa-siapa
Ketika tergeletak tak berdaya hingga karat menggerogoti
Dan akhirnya aku dibuang
Engkau tak segan-segan mengambil palu dan memukul hidupku
Agar nafas yang kuhembuskan dapat bermakna
Sakit memang, tapi apakah ganjaran bagiku setelah semua ini kujalani?
Hidupku semakin kuat tertancap pada cinta
Untuk menyikapi setiap pukulan sebagai kebahagiaan
Aaaah...semoga jerih letih ini berakhir pada sesuatu yang indah...