Pagi sekali
Aku sudah duduk di lajur kedua sebelah kiri
Mendengarkan kotbahmu dari rohaniwan yang lupa sikat gigi
Sekedar memenuhi hasrat rindu Ilahi
Intinya, disaat segala sesuatu terlihat buntu
Itulah saat Tuhan cuma mau bilang padaku
Segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu
Aku pulang mendekapMu dalam hati
Damn! Aku lupa ambil air suci!
Aku bepaling pada Tabernakel di kejauhan
Maaf, aku tidak janji akan kembali minggu depan.....
I am letting you to steal my soul for a while.... This is my closet where i put my thought, my life, my lingeries.... This blog is dedicated to Cahyo. Now stop terrorizing me! Enjoy guys!
Showing posts with label Manifesto Agnostik. Show all posts
Showing posts with label Manifesto Agnostik. Show all posts
Wednesday, December 17, 2008
Saturday, July 19, 2008
CREDO
: DJ KAWA
Aku percaya pada matahari saat ia tak sedang bersinar
Aku percaya pada cinta saat aku tak bisa merasakannya
Aku percaya pada Tuhan walaupun Ia membisu
Aku PERCAYA, dan itulah yang membuatku bertahan...
Aku percaya pada matahari saat ia tak sedang bersinar
Aku percaya pada cinta saat aku tak bisa merasakannya
Aku percaya pada Tuhan walaupun Ia membisu
Aku PERCAYA, dan itulah yang membuatku bertahan...
Thursday, December 13, 2007
Manifesto Agnostik #6
Percaya = Dogma
Aku mau percaya Bahwa pertolonganNYA bagiku
Akan sampai tepat pada waktunya
Sekalipun aku belum melihat apapun hari ini
Aku mau tetap percaya
(semoga besok ada yang bisa kulihat...begitu seterusnya...)
Aku mau percaya Bahwa pertolonganNYA bagiku
Akan sampai tepat pada waktunya
Sekalipun aku belum melihat apapun hari ini
Aku mau tetap percaya
(semoga besok ada yang bisa kulihat...begitu seterusnya...)
Label:
Manifesto Agnostik,
poems
Manifesto Agnostik #5
Raison d'ĂȘtre = alasan eksistensi
Aku mulai bertanya-tanya pada diriku tentang harapan:
Bagaimana harapan bisa berubah dan terus bertahan
Bahkan dalam situasi hidup yang terkadang aneh?
Sementara situasi itu sendiri, Apakah terjadi semata-mata karena takdir?
Terjebak dalam situasi, apa yang ada di kepala kita?
Dari sudut pandang orang Cina tentang keberuntungan?
Dari konsep orang Kristen tentang kehendak Tuhan?
Dari konsep orang Atheis seperti aku bahwa apa yang terjadi adalah karena pilihan kita sendiri?Semuanya tergantung bagaimana aku menemukan keseimbangan hidup.
Apa yang bisa kuterima dan apa yang menurutku masih bisa kuubah.
Inilah alasan mengapa aku menetapkan keberadaanku:
"Sebab disini banyak bagiku kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan yang besar..." (1Kor16:9)
Aku mulai bertanya-tanya pada diriku tentang harapan:
Bagaimana harapan bisa berubah dan terus bertahan
Bahkan dalam situasi hidup yang terkadang aneh?
Sementara situasi itu sendiri, Apakah terjadi semata-mata karena takdir?
Terjebak dalam situasi, apa yang ada di kepala kita?
Dari sudut pandang orang Cina tentang keberuntungan?
Dari konsep orang Kristen tentang kehendak Tuhan?
Dari konsep orang Atheis seperti aku bahwa apa yang terjadi adalah karena pilihan kita sendiri?Semuanya tergantung bagaimana aku menemukan keseimbangan hidup.
Apa yang bisa kuterima dan apa yang menurutku masih bisa kuubah.
Inilah alasan mengapa aku menetapkan keberadaanku:
"Sebab disini banyak bagiku kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan yang besar..." (1Kor16:9)
Label:
Manifesto Agnostik,
poems
Manifesto Agnostik #4
Rekonstruksi pribadi: "Aku berpikir maka aku ada"
Kamu pikir aku akan hancur karena buah perbuatanmu atasku?
Tidak kamerad, aku akan membuat definisi baru akan makna keberadaanku
Aku akan merekonstruksi hidupku sampai aku menjulang tinggi
Sehingga akupun harus melongok ke bawah hanya untuk memandangmu
Aku tertawa akan hari depanku karena aku percaya aku terpelihara
Dan kau tak lebih dari setitik debu di alas sepatu proletariatku
(selamat tinggal kamerad, hidup memang harus berjuang!)
Kamu pikir aku akan hancur karena buah perbuatanmu atasku?
Tidak kamerad, aku akan membuat definisi baru akan makna keberadaanku
Aku akan merekonstruksi hidupku sampai aku menjulang tinggi
Sehingga akupun harus melongok ke bawah hanya untuk memandangmu
Aku tertawa akan hari depanku karena aku percaya aku terpelihara
Dan kau tak lebih dari setitik debu di alas sepatu proletariatku
(selamat tinggal kamerad, hidup memang harus berjuang!)
Label:
Manifesto Agnostik,
poems
Manifesto Agnostik #3
*Believe in Faith or fate? (percaya, iman, dan takdir)*
Tuhan telah membuka keran alam semesta dan kebaikan terus mengucur keluar.
Ya, aku percaya.
Imanlah yang membuat segala hal baik muncul ke permukaan kehidupan manusia.
Ya, aku percaya.
Namun pada titik tertentu saat himpitan dan beban seringkali membuatku sesak napas, aku mulai percaya bahwa takdirlah yang menuliskan semua ini.
Iman hanyalah ilusi untuk menunjukkan bahwa kita masih pegang kendali atas apa yang kita yakini.
Akhirnya saat tembok sudah di depan mata, aku hanya bisa memegang harapan.
Dengan begitu aku tidak akan menyangkal bahwa pada detik-detik terakhir, kemungkinan itu selalu ada: "BAIK" dan "BURUK"
Jika pilihan itu boleh ada, Tuhan yang baik atau siapapun Dia, disanalah terletak jawaban atas pertanyaanku.
*Kisah seorang perempuan tidak beriman yang berjuang melawan takdir dan yang ia miliki hanyalah harapan. Luv, d.
Tuhan telah membuka keran alam semesta dan kebaikan terus mengucur keluar.
Ya, aku percaya.
Imanlah yang membuat segala hal baik muncul ke permukaan kehidupan manusia.
Ya, aku percaya.
Namun pada titik tertentu saat himpitan dan beban seringkali membuatku sesak napas, aku mulai percaya bahwa takdirlah yang menuliskan semua ini.
Iman hanyalah ilusi untuk menunjukkan bahwa kita masih pegang kendali atas apa yang kita yakini.
Akhirnya saat tembok sudah di depan mata, aku hanya bisa memegang harapan.
Dengan begitu aku tidak akan menyangkal bahwa pada detik-detik terakhir, kemungkinan itu selalu ada: "BAIK" dan "BURUK"
Jika pilihan itu boleh ada, Tuhan yang baik atau siapapun Dia, disanalah terletak jawaban atas pertanyaanku.
*Kisah seorang perempuan tidak beriman yang berjuang melawan takdir dan yang ia miliki hanyalah harapan. Luv, d.
Label:
Manifesto Agnostik,
poems
Manifesto Agnostik #1
*Berdoa*
Maaf, bukannya aku tidak mau berdoa
Namun setiap pagi aku mebuka mata
Aku membutakan mataku dan membiarkan jiwaku dituntun alam semesta
Hidupku kubiarkan mengalir pada kekinian
Menuju pada masa depan yang baik dan meninggalkan jejak masa lalu yang
indah
Sebelum aku dilahirkan, Tuhan sudah tahu bahwa hari ini aku tidak
berdoa
Tidakkah itu sudah menunjukkan bahwa aku percaya?
Sampai kapan kau akan merasa dicukupkan?
Maaf, bukannya aku tidak mau berdoa
Namun setiap pagi aku mebuka mata
Aku membutakan mataku dan membiarkan jiwaku dituntun alam semesta
Hidupku kubiarkan mengalir pada kekinian
Menuju pada masa depan yang baik dan meninggalkan jejak masa lalu yang
indah
Sebelum aku dilahirkan, Tuhan sudah tahu bahwa hari ini aku tidak
berdoa
Tidakkah itu sudah menunjukkan bahwa aku percaya?
Sampai kapan kau akan merasa dicukupkan?
Subscribe to:
Posts (Atom)