I am letting you to steal my soul for a while.... This is my closet where i put my thought, my life, my lingeries.... This blog is dedicated to Cahyo. Now stop terrorizing me! Enjoy guys!
Showing posts with label stories of schyzophrenia. Show all posts
Showing posts with label stories of schyzophrenia. Show all posts
Sunday, March 18, 2012
Strories of Schyzophrenia # 5
Tidakkah kau tau?
aku sedang bergelut dengan diriku sendiri
Seperti ada monster yang sedang menguasaiku
dan gadis kecil dalam diriku berteriak minta tolong
kepada seorang pangeran yang bersedia meyelematkannya
atau setidaknya menyelamatkan hatinya
dari dinding ruang kastil yang tebal
Tapi tidak!
Penyihir betina itu tidak pernah mengijinkanku
Oh! Ini terlalu melelahkan.
bahkan semua pangeran di segala penjuru negri menyerah kalah
Aku hanya terduduk menunggu hidupku berlalu....
Sunday, December 28, 2008
Story of Schyzophrenia #4
Gadis Kecil dalam diriku.
Gadis kecil dalam diriku menangis minta tolong.
Entah apa yang harus kulakukan.
Aku telah mencoba tapi tak dapat membantunya.
Rasanya kuingin terus menyembunyikannya
di dalam ruang besar yang gelap dan dingin itu.
Dan membiarkannya disana.
Menghapuskannya dari diriku membuatku merasasedih dan marah.
Meskipun ia adalah bagian dariku.
Aku menganggapnya sebagai orang asing.
Aku berada dalam penyangkalan.
Bahwa peristiwa yang terjadi, terjadi padanya. Bukan padaku.
Aku tak berdaya saat itu. dan masih tak berdaya saat ini.
Aku dapat melihatnya sejelas sinar cahaya.
Melihat kepedihannya,
Ketakutannya,
Serta kesedihannya.
Dan aku tak mampu berbuat apa-apa.
Gadis kecil dalam diriku menangis minta tolong.
Entah apa yang harus kulakukan.
Aku telah mencoba tapi tak dapat membantunya.
Rasanya kuingin terus menyembunyikannya
di dalam ruang besar yang gelap dan dingin itu.
Dan membiarkannya disana.
Menghapuskannya dari diriku membuatku merasasedih dan marah.
Meskipun ia adalah bagian dariku.
Aku menganggapnya sebagai orang asing.
Aku berada dalam penyangkalan.
Bahwa peristiwa yang terjadi, terjadi padanya. Bukan padaku.
Aku tak berdaya saat itu. dan masih tak berdaya saat ini.
Aku dapat melihatnya sejelas sinar cahaya.
Melihat kepedihannya,
Ketakutannya,
Serta kesedihannya.
Dan aku tak mampu berbuat apa-apa.
Saturday, December 20, 2008
Story of Schyzophrenia #3
Hancur Berkeping-keping.
Gadis kecil dalam diriku hancur berkeping-keping.
Tak mengerti apa yang terjadi.
Kucoba menyelamatkan dan mencinatinya.
Kuberikan keberanian agar dapat berjuang.
Namun kurasakan kegelisahannya.
Dan juga getarannya.
Ia muak. Sangat muak.
Ia merasa hancur.
Tak mengerti apa yang harus dilakukan.
Semua yang telah ia alami tak dapat dia tahan lagi.
Aku rasakan gejolaknya.
Aku bagaikan Sang Ibu dan ia Putriku.
Ia harus berjuang untuk hidup.
Tapi sayang, ia terperangkap dalam tubuhku yang hampa.......
Gadis kecil dalam diriku hancur berkeping-keping.
Tak mengerti apa yang terjadi.
Kucoba menyelamatkan dan mencinatinya.
Kuberikan keberanian agar dapat berjuang.
Namun kurasakan kegelisahannya.
Dan juga getarannya.
Ia muak. Sangat muak.
Ia merasa hancur.
Tak mengerti apa yang harus dilakukan.
Semua yang telah ia alami tak dapat dia tahan lagi.
Aku rasakan gejolaknya.
Aku bagaikan Sang Ibu dan ia Putriku.
Ia harus berjuang untuk hidup.
Tapi sayang, ia terperangkap dalam tubuhku yang hampa.......
Story of Schyzophrenia #2
Gadis Kecil Menangis.
Ada gadis kecil menangis dalam diriku.
Kuharus Menolongnya!
Ia terus menghantuiku.
Masa lalu menyergapku.
Saat ini ia begitu menderita.
Selama ini ia kusembunyikan.
Bahkan ia kusakiti.
Dan juga kusingkirkan.
Kini aku berusaha untuk melepaskannya.
Dan mengembangkan sayapnya.
Ada gadis kecil menangis dalam diriku.
Kuharus Menolongnya!
Ia terus menghantuiku.
Masa lalu menyergapku.
Saat ini ia begitu menderita.
Selama ini ia kusembunyikan.
Bahkan ia kusakiti.
Dan juga kusingkirkan.
Kini aku berusaha untuk melepaskannya.
Dan mengembangkan sayapnya.
Saturday, January 05, 2008
Retak Kepribadian: Story of Schyzophrenia #1
:Puthea
Panah pikiranku melesat cepat menelusuri lekuk-lekuk otakku.
Menerabas syaraf yang berpendar yang selama ini menjadi biang vertigo dan migrenku. Menghujam akar-akar pemikiranku yang selama ini membuat kepalaku berdenyut.
Menjelajah relung-relung dan berakhir pada ruang yang gelap.
Disana kutemukan sosok perempuan yang sendiri menatapku:
"Aku adalah kau disaat-saat hampa. Hatiku sesak dan tubuhku terbebat. Manakala kau memeras otakmu dan menyerap semua sari keceriaanku. Aku terhimpit dengan beban-beban ide dan teracuni dengan buah pikiran yang pahit. Aku rindu kamu melupakan hal-hal dan lebih memperhatikan detil-detil kecil yang remeh temeh. Hal-hal yang tidak membuat urat dahimu berkerut tapi menarik syaraf-syaraf di ujung bibirmu menjadi senyuman. Aku merindukanmu."
"Aku juga meridukanmu," jawabku.
"Kamu merindukan siapa, Danielle?" Sebuah suara melemparku pada kenyataan. Di depanku duduk seorang pria dan kami berada di hiruk pikuk kantin.
"Maaf kupikir kau orang lain." Dan akupun berlalu....
Panah pikiranku melesat cepat menelusuri lekuk-lekuk otakku.
Menerabas syaraf yang berpendar yang selama ini menjadi biang vertigo dan migrenku. Menghujam akar-akar pemikiranku yang selama ini membuat kepalaku berdenyut.
Menjelajah relung-relung dan berakhir pada ruang yang gelap.
Disana kutemukan sosok perempuan yang sendiri menatapku:
"Aku adalah kau disaat-saat hampa. Hatiku sesak dan tubuhku terbebat. Manakala kau memeras otakmu dan menyerap semua sari keceriaanku. Aku terhimpit dengan beban-beban ide dan teracuni dengan buah pikiran yang pahit. Aku rindu kamu melupakan hal-hal dan lebih memperhatikan detil-detil kecil yang remeh temeh. Hal-hal yang tidak membuat urat dahimu berkerut tapi menarik syaraf-syaraf di ujung bibirmu menjadi senyuman. Aku merindukanmu."
"Aku juga meridukanmu," jawabku.
"Kamu merindukan siapa, Danielle?" Sebuah suara melemparku pada kenyataan. Di depanku duduk seorang pria dan kami berada di hiruk pikuk kantin.
"Maaf kupikir kau orang lain." Dan akupun berlalu....
Label:
stories,
stories of schyzophrenia
Subscribe to:
Posts (Atom)
