Showing posts with label Sweet Killer. Show all posts
Showing posts with label Sweet Killer. Show all posts

Saturday, January 05, 2008

Vivere et Mortare*

: Sweet Killer

Keyakinan akan hidup membuatku mencintai ambang kematian
Kata hatiku, cinta adalah menjadi tepian neraka
dan kematian adalah pintu surga
Mencintai ambang kematian kini menjadi kemerdekaan jiwa

Jiwaku mengada dan cintamu purna terenggut pintu surga

Nun di sana lamat kudengar desah cinta kidung jiwa
Andai alunannya menaburi luka ...
kidungi aku dan aku mau tidur sepanjang waktu ...

PS:
Andai dulu ada bersamaku di sana berat menghembus
Kegamangan kan membuka terang kesia-siaan
Mungkin begitu cara detakanmu menepis gambaran takdir kehidupan
Begitu, ya, cara tangan degupanmu mengusap lukaku?

*Hidup dan Mati: Thanx to Mas Fransiskus Asisi

Friday, January 04, 2008

Matahari Kesepian

Bagimu aku ingin seperti matahari yang terbit setiap pagi
Walaupun seringkali kau lupa untuk menyapaku
Walaupun jarang kau nikmati kehangatanku
Walaupun kerap kali kau tak sadar bahwa aku hadir
Hanya sekedar brikan kelegaan bagi jiwa ragamu
Aku adalah matahari yang kesepian
Terbit sendiri
Terbenam sendiri
Bahkan kadang awan gelap melingkupiku
Tidak seperti sang rembulan yang selalu bersanding bintang
Tapi aku akan selalu terbit tepat waktu untukmu
...
lagi
dan lagi
...
hanya memberi
tak harap kembali

:aku yang akan selalu mencintaimu di tepi lingkaran

Monday, March 26, 2007

VIVERE*

: Sweet Killer

Betapa aku telah diyakinkan bahwa aku hidup
Demikianlah kamu kini ada bersamaku disini
Pada jantungku ada nadi cinta yang berdegup
Jiwaku bergerak dengan nafas kasih yang tergulir
Maka aku tidak akan pernah merasa takut
Bahwa semua yang kulakukan menuju kesia-siaan
Jika suatu saat aku tergelincir pada sebuah tebing
Aku yakin bahwa aku akan jatuh pada rentangan
Tangan-tangan cinta yang telah menunggu
Kamu akan menopangku dan membebat lukaku
Kemudian menyanyikanku sepanjang waktu
Dengan kidung cinta

*Hidup

Credo Quia Absurdum *

: Sweet Killer

Percayalah tidak ada yang lebih gila dari kau dan aku
Saat kita menangkap peristiwa yang dibawa angin timur
Berhembus membentuk bayang dan coba untuk kau peluk

Percayakah bahwa itu tidak akan menguap?
Atau menyublim saat kita terserang dahaga?
Semua peristiwa yang terjadi tepat pada waktunya

Percayalah bahwa itu bukan keanehan semata
Rekaman memori dekap hangat yang tidak biasa
Ada bunga api kecil tiap kali kau mengingatnya

Percayakah dirimu pada musim semi buah persik
Tiba-tiba muncul perasaan hati yang mengusik
Bagaikan jarum-jarum kecil yang menelisik

Percayalah pada keanehan alam semesta
Yang tuliskan kisah pada tiap jiwa manusia
Absurditas lupakan saja, mari kita bercerita....

*I believe it because it is absurd. (contrary to reason) (Tertullian)